Selasa, 30 Desember 2014

CARA CARA MEMBUAT KERIPIK

keripik nangka
Nangka atau dalam bahasa Inggris disebut dengan jackfruit merupakan salah satu jenis buah khas Indonesia. Buah nangka memiliki rasa dan aroma yang sangat khas. Tidak heran bila banyak masyarakat yang memanfaatkan buah satu ini sebagai campuran dalam membuat kue atau juga  sebagai campuran untuk es. Selain itu, buah nangka juga bisa dibuat menjadi
keripik. Dan ini merupakan  salah satu metode pengawetan buah nangka sehingga kita bisa tetap menikmati buah nangka walaupun  sedang tidak musim. Cara membuat keripik buah nangka saat ini sudah mencapai tahap industri besar dimana salah satu produsen keripik tingkat nasional telah berhasil memproduksi keripik buah nangka ini dengan sukses bahkan berhasil mengekspor keripik jenis ini ke luar negeri. Cara membuat keripik buah nangka bisa kita pelajari dengan melihat langkah – langkah cara membuat keripik buah nangka sebagai berikut:
CARA MEMBUAT KERIPIK BUAH NANGKA
BAHAN:
  • 1 kg buah nangka, pilih yang masih mengkal
  • 1,5 liter air bersih
  • 7,5 gr asam sitrat
  • 75 gr garam
  • 150 gr gula pasir
  • 0,75 gr natrium metabisulfit
  • 100 gr gamping / kapur sirih
  • 2 liter minyak goreng
CARA MEMBUAT KERIPIK BUAH NANGKA:
  1. Belah buah nangka, ambil daging buahnya satu per satu
  2. Dengan menggunakan pisau yang tajam, keluarkan biji dari dalam daging buahnya
  3. Rendam buah nangka ke dalam air kapur sirih/gamping selama 5 jam
  4. Kemudian angkat buah nangka dari dalam air kapur sirih/gamping dan segera dicuci sampai bersih. Tiriskan hingga semua air hilang
  5. Goreng buah nagka dengan sistem deep frying (minyak yang sangat banyak dan api yang besar) sampai matang dan kering
  6. Tiriskan dari minyak dan tunggu sampai benar – benar dingin
  7. Simpan ke dalam kantong plastik atau wadah kedap udara
** Keterangan:
Bila ingin menambahkan rasa pada
 keripik nangka, sebelum buah nangka digoreng, kita bisa menambahkan gula pasir/garam/madu
keripik salak,Pusat Aneka KEripik Buah,081937043584
Resep dan Cara membuat Keripik Salak :
Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
– Buah Salak segar 15 kg
– Minyak Nabati 50 liter
Pertama-tama kupas kulit buah salak, taruh di wadah. Setelah selesai dikupas, hilangkan kulit ari buah salak. Kemudian iris buah Salak secara vertical. Setelah selesai diiris, cuci buah Salak segar. Setelah selesai dicuci masukan irisan buah Salak ke dalam freezer kurang lebih 1-2 jam.
Masukan irisan
 buah Salak segar ke dalam keranjang penggorengan. Tutuplah tabung penggorengan dengan kencang. Nyalakan pompa dan kompor sampai tekanan menunjukan – 65 cmHg dan suhu tabung penggoreng mencapai 85 derajat celcius, setelah itu turunkan keranjang penggorengan ini akan menyebabkan tekanan dan suhu berubah. Setiap 5 menit goyang-goyangkan tuas penggoreng agar Kripik Buah Salak yang dihasilkan matang secara rata. Intip tabung penggorengan ketika lama menggoreng telah mencapai 2 jam.
Tanda-tanda telah matang adalah:
– Sedikitnya gelembung-gelembung di tabung penggoreng
– Jernihnya kaca pengintip
– Tekanan vacuum mencapai -69 sd -70 cm Hg kembali
– Suhu telah mencapai 85 derajat celcius
Setelah matang, tarik tuas penggoreng ke atas lalu matikan pompa. Buka keran pelepas vacuum dan penutup tabung.
Masukan ke dalam spinner dan jalankan spinner sampai tidak ada minyak yang menempel di
Kripik Buah Salak. Kemas Kripik Buah Salak dalam aluminium foil. Proses membuat Kripik Buah Salak dari mulai mengupas hingga selesai memerlukan waktu kurang lebih 4 jam.
keripik pisang,Pusat Aneka Keripik Buah,081937043584
Keripik pisang adalah irisan kering dari pisang yang diolah
melalui penggorengan di dalam minyak nabati. Sebagai jenis
keripik yang banyak diusahakan dan disukai oleh masyarakat,
keripik pisang mudah dibuat dengan biaya murah dan perlatan sederhana.

BAHAN :
1. Pisang yang telah matang petik, masih hijau dengan sedikit warna kuning (10 % dari luas permukaan).
Di Sumatera Barat, pisang yang paling cocok untuk keripik goreng adalah pisang togar dari Pasaman atau pisang kepok tertentu dari Baso. Di Jawa pisang raja banyak diolah menjadi keripik. Secara umum
semua jenis pisang memungkinkan untuk diolah menjadi
 keripik.
2. Minyak goreng (sawit), garam halus, natrium metabisulfit atau natrium bisulfit (senyawa ini digunakan untuk mencegah terbentuknya warna kehitaman atau coklat tua pada permukaan irisan pisang), dan asam sitrat.

CARA MEMBUAT KERIPIK PISANG :
• Pisang dikupas, kemudian diiris tipis-tipis (tebal 2-3 mm) secara memanjang.
• Irisan harus segera digoreng. Usahakan paling lambat 10 menit setelah diiris,
irisan telah dimasukkan ke dalam minyak goreng panas bersuhu kurang lebih
170°C. Minyak harus cukup banyak sehingga semua bahan tercelup di dalamnya.
Tiap 1 kg pisang membutuhkan 3 liter minyak goreng. Selama penggorengan,
lakukan pengadukan secara perlahan. Penggorengan dilakukan sampai keripik cukup
kering dan garing. Hasil penggorengan disebut dengan keripik pisang. Hasil ini
sudah cukup enak untuk dikonsumsi. Tetapi jika diinginkan cita rasa yang lebih
manis maka penggulaan bisa dilakukan.
• Gula pasir digiling sampai halus sebanyak 1 kg kemudian tambahkan 250 ml
air dan diaduk-aduk. Larutan dipanaskan sampai mendidih. Setelah mendidih,
api segera dikecilkan untuk menjaga larutan gula tetap panas, tetapi tidak mendidih.
• Keripik yang baru diangkat dari minyak panas, ditiriskan sebentar (1 menit)
kemudian segera dicelupkan ke dalam larutan gula.
• Keripik segera diangkat untuk ditiriskan dan didinginkan dengan
menghamparkannya di atas alat peniris.
•Selain dicelupkan ke dalam larutan sirup. Keripik yang
baru ditiriskan dan masih panas, segera ditaburi dengan tepung
gula, kemudian diaduk pelan agar gula merata. Teknik ini juga
digunakan untuk menggarami keripik.
keripik apel,Pusat aneka keripik Buah ,081937043584
RESEP CARA MEMBUAT KERIPIK APEL :
  • Apel Segar kupas dari kulitnya
  • Cuci di air bersih
  • Iris Apel tipis tipis
  • Rendam irisan tersebut di air bersih selama 30 menit
  • Setelah warna kecoklatan pada irisan apel sudah agak pudar, angkat dari rendaman
  • Masukkan dalam penggorengan selama 1 jam ( ada baiknya memakai vacuum frying )
  • Angkat apel kemudian tiriskan ( gunakan mesin peniris apabila ada )
  • Dinginkan di temperature normal
Keripik Apel siap disajikan

PROSES PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA

Tepung Sinkong

 Perancangan mesin pembuat tepung tapioka (tepung singkong atau ketela pohon) ini merupakan  salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna, untuk membantu penduduk yang selama ini masih  menerapkan cara tradisional dalam pembuatan tapioka. Cara tradisional pembuatan tepung tapioka  berdiri dari proses pemarutan ketela pohon yang sudah dikupas, kemudian pemerasan (penggilasan) dan  penyaringan parutan ketela pohon yang sudah dicampur air, untuk mendapatkan tepung tapioka. Pada  cara tradisional, masing-masing proses tersebut dilakukan secara terpisah, dan manual. Dengan mesin  Yang dirancang ini, proses pemarutan ketela pohon yang sudah dikupas, pemerasan (penggilasan) dan  penyaringan parutan ketela pohon untuk mendapatkan tepung tapioka bisa dilakukan dalam satu  rangkaian proses.

      Dengan mesin yang dirancang ini, waktu proses, yaitu proses pemarutan, pemerasan (penggilasan), dan penyaringan menjadi lebih singkat, bila dibandingkan dengan cara tradisional.

     Dengan waktu proses yang lebih singkat, laju produksi per satuan waktu menjadi lebih besar.

  1. Pendahuluan  Proses pembuatan tepung tapioka secara tradisional terdiri dari tiga tahap yang dilakukan secara terpisah. Tahap pertama adalah proses pemarutan ketela pohon yang sudah dikupas kulitnya, sedangkan tahap kedua dan ketiga adalah proses pemerasan dan penyaringan parutan ketela pohon yang sudah dicampur air, untuk mendapatkan tepung tapioka. Proses pemarutan, proses pemerasan dan penyaringan untuk mendapatkan tepung tapioka dilakukan dengan cara manual,menggunakan tenaga manusia. Selain dengan cara tradisional (yang umumnya dengan cara manual), tahapan pembuatan tepung tapioka juga dapat dilakukan secara mekanik, yaitu dengan bantuan peralatan, baik untuk proses pemarutan maupun proses pemerasan dan penyaringannya. Cara mekanik yang ada, menggunakan dua alat yang terpisah di mana satu alat dipakai untuk proses pemarutan, sedangkan alat yang lain digunakan untuk proses pemerasan dan penyaringan. Untuk meningkatkan efisiensi proses serta kapasitas per satuan waktu, mesin yang dirancang untuk proses pembuatan tepung tapioka secara mekanik diupayakan agar bisa menggabungkan ketiga tahapan proses (pemarutan, pemerasan,serta penyaringan) dalam sebuah peralatan/mesin.Ada beberapa alternatif mekanisme yang bias dipakai, baik untuk tahapan pemarutan maupun tahap pemerasan dan penyaringan.


 2. Mekanisme Pemarutan dan Pemerasan Pemarutan ketela pohon untuk penghasilkan tepung tapioka merupakan suatu proses untuk memecahkan dinding sel pada umbi ketela pohon agar butir tepung/pati yang terdapat di dalam ketela pohon tersebut dapat diambil. Setelah proses pemarutan dilakukan, hasil parutan dicampur dengan air kemudian diperas dan disaring. Setelah disaring, campuran yang terdiri dari tepung ketela pohon dan air ini diendapkan. Setelah mengendap dan dipisahkan dari airnya, maka endapan tepung ketela pohon ini kemudian dijemur hingga kering.Proses penjemuran dan pengeringan dilakukan terpisah dan tidak merupakan bagian dari mesin yang dirancang ini.

Mekanisme Pemarutan Mekanisme yang umumnya dipakai untuk proses pemarutan ada dua macam. Pertama adalah menggunakan parut berputar. Pada proses pemarutan ini, ketela pohon yang telah dikupas diparut dengan menggunakan silinder berparut, yang mendesak pada celah dengan jarak tertentu. Silinder berparut diputar dengan menggunakan motor pada kecepatan putar tertentu. Sistem ini dipakai pada proses pemarutan mekanis. Sedangkan yang kedua menggunakan pemarut manual atau pemarut tetap. Pada proses pemarutan ini, pemarutan menggunakan plat yang terbuat dari stainless steel, yang memiliki gigi parut yang berbentuk seperti paku tajam. Gigi parut ini akan menyayat ketela pohon sehingga menjadi butiran/sayatan yang halus. Untuk pemarut manual yang bahannya menggunakan plat stainless steel, gigi parut berasal dari bahan itu sendiri yang disayat, sehingga lembaran yang disayat tersebut berbentuk seperti paku-paku tajam. 

 Mekanisme Pemerasan dan Penyaringan Mekanisme pemerasan dan penyaringan adalah proses pengambilan tepung tapioka dari parutan ketela pohon yang sudah dicampur denganair. Hasil dari proses pemerasan dan penyaringan ini berupa campuran antara air dan tepung tapioka. Campuran ini kemudian diendapkan. Setelahtepung tapioka mengendap, airnya dipisahkan, dan endapannya di jemur/dikeringkan. 

Mekanisme pertama untuk proses pemerasan dan penyaringan menggunakan system ayakan atau saringan. Parutan ketela pohon yang sudah dicampur air diletakkan di atas saringan tersebut,kemudian diperas atau digilas perlahan sehingga campuran tepung tapioka dan air akan jatuh kebawah, terpisah dari ampasnya. Mekanisme kedua menggunakan system screw,yang terdiri dari sebuah screw yang ada dalam silinder (dinding screw). Screw diputar sehingga mendorong parutan ketela pohon yang dicampur air, yang berada diantara screw dan silinder.Parutan ketela pohon yang dicampur air, masuk dari hopper yang ada di salah satu ujung screw,berpindah bersamaan dengan gerakan screw, dan keluar pada ujung laindarib agiankeluaran). 


PROSES PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA

       
Singkong tidak hanya dapat dijadikan makanan basah atau siap saji, tetapi singkong juga dapat diolah menjadi tepung. Hal ini adalah upaya dalam menganekaragaman produk dari ubi serta menambah nilai jual produk tersebut. Dimana yang paling umum dalam pemanfaatan singkong adalah untuk pembuatan tepung tapioka.
Adapun proses pembuatan tepung Tapioka adalah sebagai berikut:
  1. Cuci bersih singkong agar tanah atau kotoran tidak menempel
  2. Singkong dikupas dan lapisan kulit singkong yang berwarna cokelat di buang, umbinya sebaiknya direndam dalam air untuk mencegah perubahan warna.
  3. Setelah dikupasdan bersih, singkong di iris tipis-tipis sebesar 2 – 3 cm
  4. Rendam singkong dalam larutan Enzim dengan dosis 5 ml/liter air. seluruh bagian singkong harus terendam, rendam selama 7 s/d 8 jam,
  5. Lalu Singkong di tiriskan
  6. Jemur di terik matahari sampai kering, kadar air 12 – 14 %, biasanya memakan waktu 2 – 3 hari, alas penjemuran bisa menggunakan anyaman bambu.
  7. Anda bisa menggunakan mesin pengering serbagna untuk mengeringkan singkong dengan lebih cepat dan dalam kapasitas besar.
  8. Setelah kering irisan singkong digiling dengan mesin penepung, bisa menggunakan penepung beras (diskmill).
  9. Lalu gunakan ayakan penyaring dengan saringan 60 mesh agar butiran tepung lebih halus.
  10. Selesai, tepung siap digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.
Setelah menjadi tepung bisa digunakan sebagai pengganti dan atau campuran terigu untuk pembuatan mie kering/basah-bihun-pempek-baso-krupuk-brownies-bolu-kue lapis-kue kering-nastar-cke-cookies-roti tawar-sus kering-kaastangels-ayam goreng kentucky dan aneka gorengan. Aman untuk para penderita diabetes dan autis.

Oleh : Ya